<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187</id><updated>2011-04-21T21:03:47.802-07:00</updated><title type='text'>sumarketer</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-115970707834819801</id><published>2006-10-01T05:41:00.000-07:00</published><updated>2006-10-01T18:58:03.996-07:00</updated><title type='text'>3G Si Pencuri Tulang Rusuk</title><content type='html'>3G Si Penculik Tulang Rusuk&lt;br /&gt;Kejujuran Ada Di Jari Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di benak pria mendengar nama seorang wanita Vivienne?&lt;br /&gt;Wanita cantik semampai dengan wajah mempesona?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah persepsi yang tidak keliru. Nama nan indah ala kebarat-baratan yang menggugah hati pria normal. Namun, tunggu dulu. Bagi pria yang kurang percaya diri mungkin akan sulit mendapatkansi Viviene. Ya itulah persepsi 5 atau 10 tahun lalu. Meniru sebuah iklan seluler “Hari gini nggak bisa dapat Viviene? Jaman sekarang tidak perlu khawatir, apapun bisa didapatkan dengan 3G apalagi hanya seorang wanita impian atau bahkan pria impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semuanya gara-gara sebuah perusahaan penyedia teknologi dan aplikasi bergerak di Hongkong bernama Artificial Life, Inc. (ALI) di tahun 2004 yang lalu meluncurkan V-Girl alias Virtual Girlfriend yang dapat “dikencani” dengan jasa 3G dengan biaya bulanan hanya $6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pria baik yang masih jomblo, single, menikah, duda atau doyan poligami dengan bebas bisa berkencan dengan V-Girl ini. Tanpa perlu banyak peraturan bisa mengadakan kencan. Bahkan si pria dengan bebas bisa memilih karakter, pekerjaan dan tentu saja body yang diidam-idamkan. V-Girl menawarkan 5 pilihan mulai dari the athlete, the socialite, the dreamer, the sweetheart dan the devil in disguise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijamin gak akan bosan. Kalau para pria hidung belang selama ini sering berguyon “Masak tiap hari makan sayur asem di rumah, sekali-kali coba tahu bacem di luar rumah dong”, maka sekarang pilihan “tahu bacem” nya tidak perlu di luar rumah lagi, cukup melalui telepon seluler (ponsel) dan koneksi 3G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pria bisa mengeluarkan semua jurus rayuannya dan membelikan berbagai hadiah mulai dari baju model terbaru, cokelat, bunga dan perhiasan dan berkencan selama 24 jam kapan sapa dan dimana saja. Celakanya lagi, pria membelikan hadiah virtual tetapi dengan uang beneran! “Kasian deh loe”, mungkin itu ucapan dari kelima sosok pacar maya tersebut. Pria memang seringkali mau menghabiskan apa saja untuk wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya itu, melihat “kecemburuan” wanita dengan hadirnya “pesaing” mereka yang selalu setia dan “always on” selama 24 jam, ALI dengan cepat menangkap sinyal kecemburuan tersebut dengan meluncurkan V-Boy alias Virtual Boyfriend di awal tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsep yang serupa V-Girl, para wanita juga bisa memilih pacar idamannya mulai dari seorang venture capitalist, body builder, café manager, actor/model dan pilot yang bernama Baxter, Kai, Jacky, Rex dan Skylar! Keren Bok! So, jangan takut gak laku. Semua wanita dan pria pasti laku asalkan memiliki ponsel 3G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebuah contoh bagaimana 3G dalam aplikasinya sehari-hari telah mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan termasuk hal terindah dalam sejarah perjalanan hidup seorang manusia yaitu berhubungan dengan lawan jenis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era jaman sekarang dimana teknologi informasi tersedia dengan mudah dan cepat, tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan pria dan wanita juga sedikit banyak terpengaruh. Perselingkuhan diam-diam sering tercium oleh seorang istri hanya gara-gara SMS atau sisa miscall yang belum sempat dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah kehadiran 3G akan sedikit membantu? Sebagian wanita yang disurvei oleh CNN justru menunjukkan sikap positif terhadap kehadiran pacar wanita virtual ini. Bagi mereka, lebih aman untuk “membiarkan” cowok mereka “berkencan” dengan pacar virtual dibandingkan harus berpaling kepelukan wanita beneran. Mengapa mereka berpikir seperti itu? Karena pria tidak bisa dipercaya! Itulah alasan utama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau wanita sering disebut sebagai tulang rusuk seorang pria, maka mengutip penelitian CNN tersebut seharusnya wanita berbahagia karena tulang rusuk pria bukan dicuri oleh sesama tulang rusuk tetapi justru oleh penyelamat mereka yang dikenal dengan 3G. Lebih baik kan selingkuh dengan ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan 3G atau 3rd generation service memang cukup menghentakkan dunia teknologi seluler dan kehidupan manusia dalam tingkat tertentu. 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkatan bandwidth hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan diam dan berjalan, sementara kalau di kendaraan yang bergerak, kecepatannya sekitar 128 Kbps. Sedang untuk aplikasi tetap bisa mencapai 2Mbps.&lt;br /&gt;Sebenarnya penggunaan istilah 3G diawali dari pemikiran untuk menciptakan standar konvergensi telekomunikasi seluler suara dan data pada tahun 1996-1997. Dalam perkembangannya, konsep konvergensi ini disebut sebagai generasi ketiga (3G) dari perkembangan teknologi telekomunikasi seluler.   Di mana generasi keduanya (2G) ditandai dengan berkembangnya teknologi seluler digital (dengan teknologi GSM) dan generasi pertama (1G) melalui teknologi seluler analog (AMPS). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata, potensi 3G dianggap cukup besar khususnya dari perspektif jumlah pelanggan GSM, CDMA dan TDMA yang telah mencapai lebih dari 2 miliar – menurut GSM Association, pengguna GSM sendiri telah mencapai 2 miliar pada Juni 2006 – yang bisa dibilang merepresentasikan besarnya potensi peluang pasar 3G di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua penerapan 3G memberi hasil sebagaimana diharapkan. Namun demikian, Wireless World Forum memberikan angka yang cukup optimis dimana pelanggan 3G global meningkat dari 45 juta (2004) menjadi 85 juta pada 2005. &lt;br /&gt;Dua negara yang tergolong berhasil mengkomersialkan 3G adalah Jepang dan Korea. Kedua negara ini memang dikenal memiliki penetrasi ponsel per kapita tertinggi di dunia. Bahkan 2/3 (di Jepang mencapai 68 persen sementara Korea mencapai 76,7 persen) pengguna ponsel di sana telah menggunakan 3G yang berarti – menurut UMTS World – 10 kali lebih cepat penetrasinya dibandingkan Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KDDI adalah operator seluler tersukses untuk urusan 3G setelah SKTelecom Korea. Meskipun jumlah pelanggan KDDI hanya 14 juta tetapi pengguna 3G mencapai 6 juta, sementara NTTDoCoMo dengan 58 juta pelanggan hanya menghasilkan 190 ribu pengguna 3G. para pengguna 3G di Jepang dan Korea rela menambah anggaran rata-rata 30 persen untuk menikmati jasa 3G ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang dengan total pengguna 3G sekitar 16,5 juta terbukti lebih tinggi dibandingkan misalnya Italia dan Inggris yang masing-masing 6,8 juta dan 4 juta pelanggan. Ternyata penetrasi 3G di Asia memang terlihat lebih berhasil dibandingkan Eropa atau Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fenomena pemicu adalah para pengguna seluler di Asia memiliki tanggapan yang lebih positif terhadap teknologi baru sehingga lebih gemar mencoba layanan baru dan berganti ponsel melebihi pelanggan AS dan Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei yang dilakukan Ericsson Consumer Lab di Indonesia, men-download musik dan menonton televisi melalui ponsel adalah bagian dari tiga layanan menarik utama. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk kedua layanan tersebut di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan oleh Mobile Life 1 yang dipimpin oleh Professor Paddy Barwise dari London Business School di tahun 2005 menunjukkan 10 hal yang paling diinginkan pelanggan melalui 3G yaitu Mobile coupon redemption, Parking meter payment, Loyalty cards, Season tickets, Credit/Debit cards, Flight check-in, Vending machine payment, Retail checkout, Marketing communication dan Using your mobile as a key. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kira-kira apa yang membuat 3G memiliki prospek besar? Secara umum, ada 3 hal yang membuat 3G memiliki daya tarik bagi pengguna ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, 3G memiliki interactive speed (kecepatan interaktif) yang on-time yang tidak dimiliki oleh teknologi dan atau media-media lainnya. Dengar saja bagaimana cerita seorang agen properti yang mendatangi calon penjual rumah dengan membawa handphone 3G. si agen akan mengambil foto rumah yang hendak dijual, kemudian mengirimkannya ke website kantor. Dalam waktu sekejap, sang agen akan membuka website kantornya dan menunjukkan bagaimana dalam hitungan menit dan bahkan detik, foto rumah tersebut telah terpajang untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya orang tua yang baru mendapatkan bayi pertamanya dapat mengirimkan mobile video secara langsung kepada sang nenek atau kakek atau bahkan seorang teman yang sedang pesta dan mabuk dapat mengajak temannya ikut merasakan suasana tersebut jika kebetulan tidak bisa hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan 3G untuk layanan entertainment seperti mobile video, music download, video games, mobile dating, blogging, video calls, e-commerce, mobile banking, sales force management, dan video conference dapat menghemat waktu yang diperlukan manusia. Ambil contoh Finlandia yang teknologi 3G nya berhasil menguasai 40% penjualan tiket bus. Contoh lain adalah Kroasia dimana 50% pembayaran parkir menggunakan layanan 3G dan Austria yang 20% pembelian tiket konser musik melalui 3G. Di Asia Tenggara, Filipina memanfaatkan 3G untuk pembelian tiket penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di Eropa sempat dilakukan ujicoba MobiHealth yang didukung oleh Commission of the European Union. Sembilan ujicoba yang dilakukan di Jerman, Belanda, Swedia dan Spanyol tersebut memungkinkan pemeriksaan medis kapan saja dan dimana saja memanfaatkan teknologi 3G. MobiHealth mengembangkan Body Area Network (BAN) yang dapat melakukan remote detection.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi bisnis juga bisa mempengaruhi kecepatan pemasaran seperti apa yang dilakukan oleh Singapore Telecom (Singtel) yang memasarkan serial drama “The Prince Who Lost His Memory” sepanjang 10 episode dengan durasi 3 menit. Film baru dapat dipasarkan dengan cepat dan tentu saja bisa menjadi sebuah feedback sejauh mana respon pasar terhadap sebuah produk baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan produsen pakaian Workgear Company bahkan membekali setiap penjualnya dengan ponsel Nokia 6680 yang dibekali 3G. Saat penjual menemui pelanggan, ada kemungkinan produk yang mereka bawa bukanlah yang dicari oleh pelanggan. Untuk itu, sang penjual dapat melakukan video call ke gudang dan menunjukkan semua persediaan di gudang tanpa perlu menghabiskan biaya transportasi harus bolak-balik ke gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manfaat pertama berupa interactive speed memberikan manfaat positif dari segi moral yaitu menghasilkan sebuah interaksi yang penuh dengan kejujuran. Kejujuran bukan lagi dinilai dari omongan atau perkataan tetapi ada di jari tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3G juga lah yang akhirnya menciptakan model baru kejujuran yang disebut thumb-based honesty (kejujuran berbasis jari). Thumb generation membantu pemilik perusahaan mengambil keputusan dengan cepat dan dapat langsung memeriksa apakah seorang salesman benar berada di toko pelanggan atau justru di panti pijat. Seorang wanita/istri dapat mengecek kebenaran keberadaan pacar/suaminya. Dengan adanya 3G, waktu dalam hidup rasanya lebih produktif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa 3G, misalnya dengan SMS, rasanya kebohongan masih dimungkinkan. Tidak percaya? Penelitian yang dilakukan oleh Mobile Messaging Association menunjukkan kalau 45% responden mengaku berbohong tentang lokasi keberadaan mereka memanfaatkan pesan teks. Kalau hanya modal teks, apapun bisa dimanipulasi, bukan? Jadi, 3G memberikan manfaat positif berupa sebuah kejujuran. Seorang suami atau istri tidak bisa berkata ada dikantor seandainya dia sedang ada di pub. Kecuali pub tersebut menyediakan ruangan khusus untuk berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah manfaat 3G yang cukup positif meskipun bisa menjadi hambatan juga karena sebagian pria di Hongkong yang di survei ternyata menolak layanan 3G yang bisa menguak “kebohongan” mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kehadiran teknologi 3G memungkinkan sebuah interaksi yang sangat intim dan personal. Interaksi dengan kecepatan tinggi dan on-time dapat memunculkan kesan dan perasaan personalisasi. Contoh V-Boy dan V-Girl diatas menunjukkan bagaimana personalisasi hubungan dapat tercipta melalui 3G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar The Lovers’ Guide? Situs asal Inggris ini memang dikhususkan untuk mereka yang sudah dewasa tapi tidak dapat digolongkan sebagai situs porno. Situs ini sebenarnya lebih ditujukan untuk pasangan yang berniat untuk membuat hubungannya makin romantis khususnya masalah hubungan seksual. Situs yang memberikan berbagai tips berkaitan dengan hubungan suami istri dan juga berbagai video edukasi yang “cukup sopan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungannya dengan 3G? Ya, The Lovers’ Guide bekerjasama dengan operator bermerek 3 di Inggris untuk menjual video-videonya yang selama ini bisa didapatkan melalui website. &lt;br /&gt;Video edukasi dengan durasi 30-60 detik tersebut yang diberi julukan “sexy, sensual, moral and responsible” nantinya tersedia untuk para pelanggan 3 meskipun mereka harus membuktikan diri telah berusia di atas 18 tahun. &lt;br /&gt;The Lovers’ Guide memang menjadi fenomena unik sejak awal peluncurannya di tahun 1991 yang berhasil menjual lebih dari 1,3 juta kopi di Inggris saja belum termasuk belahan dunia lainnya. Penawarannya berkembang dari sekedar DVD menuju SMS tips dan akhirnya pemanfaatan 3G untuk mobile video.&lt;br /&gt;Di Eropa, Mobestar bergabung dengan 3G-Scene mengembangkan teknologi 3G Video Dating yang menyediakan jasa kencan bergerak kepada operator di seluruh dunia. Salah satu pelayanannya adalah FACE (Flexible Anonymous Communications Engine) yang memungkinkan pengguna melakukan video dan voice calling dengan teman kencannya personally.&lt;br /&gt;Lalu, kenapa kelebihan-kelebihan tersebut ternyata justru tidak membuat 3G berhasil di semua belahan dunia seperti Eropa atau AS. Tercatat hanya Jepang dan Korea yang tergolong cukup berhasil. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu menyadari tujuh alasan dibalik keberhasilan penetrasi 3G di Jepang dan Korea. Pertama, penduduk Jepang dan Korea memiliki tingkat “kegilaan” yang tinggi terhadap produk-produk baru baik itu teknologi maupun fashion dimana mereka berganti ponsel rata-rata 6 bulan sampai dengan 2 tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Jepang dan Korea merupakan negara dengan budaya yang serba cepat. Korea misalnya terkenal dengan babli-bbali yang berarti cepat dan buru-buru sehingga waktu sangat berharga. Ketiga, infrastruktur teknologi yang solid dimana Korea merupakan negara pertama mengkomersialisasikan CDMA, sementara Jepang merupakan negara pertama memperkenalkan 3G. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pemerintahan kedua negara secara agresif mendorong pertumbuhan teknologi elektronik yang akhirnya memicu produsen ponsel dan juga perusahaan untuk memanfaatkan ponsel dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari.Kelima, 2/3 dari populasi telah menggunakan ponsel sehingga menciptakan critical mass dan society independency. Satu sama lain saling terikat dengan jasa ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Korea dan Jepang merupakan negara dengan area yang padat sehingga lebih mudah mengembangkan BTS yang dapat berada dalam jarak dekat sehingga menghasilkan pengalaman menikmati ponsel yang lebih sempurna. Ketujuh, budaya kedua negara yang sangat menghargai waktu dan senang membaca. Tidak heran jika mereka memanfaatkan teknologi 3G untuk berinteraksi, membaca dan atau apapun di setiap waktu senggang mereka dalam perjalanan di kereta atau bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik tiga kelebihan 3G seperti disebutkan di atas, di Indonesia sendiri masih terdapat beberapa hambatan untuk penetrasi 3G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, handset yang masih tergolong mahal dan aplikasi yang masih kurang user-friendly. Para pengguna 3G di Eropa sering kali hanya mengejar handphone 3G yang diberikan secara gratis oleh operator 3G. Untuk apa? Ternyata untuk memperoleh kamera handphone yang baik karena dapat menghasilkan gambar yang baik. Tentunya untuk menghemat pulsa umumnya para pelanggan ini tidak menggunakan 3G untuk mengirimkan gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja layanan operator juga masih sering tidak stabil. Sebut saja misalnya pengiriman SMS yang kadang sering terlambat, berbeda jauh dengan di Filipina yang dapat terkirim dalam tempo 1 detik. Lalu bagaimana dengan 3G?&lt;br /&gt;Kedua, faktor jaringan baik kualitas maupun kuantitasnya. Jika kita berasumsi tingkat kesuksesan voice call masih belum sempurna, maka data transfer dengan ponsel juga bisa menghasilkan nasib yang sama. Tingkat kestabilan data transfer yang rendah akan membuat pelanggan berpikir ebih baik tidak melakukan koneksi dari pada putus transfer di tengah download. &lt;br /&gt;Belum lagi masalah koneksi data yang tidak dibatasi operator hingga selalu melebihi jumlah maximum yang berakibat putusnya koneksi data dan juga keterbatasan jumlah Base Transceiver Station (BTS).&lt;br /&gt;Ketiga, citra penyelenggara 3G. Citra yang diharapkan adalah bahwa layanan 3G itu lebih penting ketimbang teknologinya. Operator seluler di Indonesia perlu belajar dari KDDI di Jepang yang terbukti lebih berhasil memasarkan 3G dibandingkan NTTDoCoMo. Saat memasarkan 3G, KDDI justru tidak terlalu menekankan pentingnya istilah 3G yang terlalu bersifat teknis dan tidak “membumi” bagi pelanggan umumnya. KDDI justru lebih fokus dengan pelayanan tambahan dan manfaat akhir yang bisa dinikmati pelanggan. Citra yang diciptakan bukan lagi sekedar high tech tetapi juga high touch seperti misalnya kemampuan untuk berinteraksi dengan anak atau cucu tercinta yang lebih bersifat emosional.&lt;br /&gt;Keempat, faktor harga yang akan turut mempengaruhi keberhasilan adopsi 3G. Hal ini disebabkan oleh perangkat handphone yang belum siap secara kualitas dan kuantitas. Ditambah lagi dengan harga ponsel dengan fasilitas 3G yang masih tergolong mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V-Girl dan V-Boy di Hongkong menghasilkan tingkat adopsi yang tinggi dikarenakan Hongkong merupakan negara dengan harga voice call termurah di dunia dan bahkan lebih murah dari SMS dimana untuk 2000 menit hanya berharga EUR14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak tersedianya isi layanan yang sesuai dengan selera masyarakat serta belum adanya content provider (perusahaan penyedia layanan web site) yang pas untuk aplikasi 3G serta aplikasi yang tidak tersedia secara otomatis. Kalaupun ada, masih terpengaruh layanan GSM.&lt;br /&gt;Keenam, budaya di Indonesia yang masih lebih senang dengan text dan suara. Operator jangan lupa belajar dari kegagalan multimedia messaging service (MMS), enhanced messaging services (EMS), dan enhanced data rates for GSM (EDGE) dimana budaya penggunaan di Indonesia yang lebih menyukai suara dan SMS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekedar tergiur dengan keberhasilan SMS dengan teknologi 2G yang bisa mencapai 15 juta per hari, sementara MMS hanya 20.000 per hari. Jangan lupa bahwa keberhasilan sebuah aplikasi teknologi baru tidak hanya tergantung kecanggihan teknologi saja, tetapi juga budaya dan kebiasaan masyarakat. Kesuksesan DoCoMo tidak terlepas dari budaya membaca yang tinggi dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga terbiasa untuk membaca dalam perjalanan menggunakan bus atau kereta.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, hambatan-hambatan yang bersifat moral dikhawatirkan dapat memicu persepsi negatif terhadap jasa ini. Tanggapan yang terjadi di negara lain dapat menjadi contoh bagaimana teknologi 3G bagaikan pisau bermata dua. Lihat saja bagaimana Perdana Menteri Kamboja sampai harus mengeluarkan regulasi yang melarang penggunaan video dalam telepon seluler karena ditakutkan dapat menyebarkan pornografi yang merusak moral generasi muda. Menariknya lagi, regulasi ini dikeluarkan setelah sang Perdana Menteri diprotes oleh Istri-nya tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau misalnya di Jepang dimana para wanita yang terlibat dalam bisnis prostitusi menggunakan video call untuk bertransaksi dengan pelanggannya. Ini tentu saja bukan salah teknologi, tetapi salah si pemakai. Namun demikian, kemampuan teknologi 3G untuk menciptakan manusia yang memiliki freedom in time, freedom in space dan freedom in use of feature jangan sampai menghancurkan “tulang rusuk” yang merupakan penyangga kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang 3G yang bisa menghadirkan V-Girl dan V-Boy membuat sang “tulang rusuk” tetap diakui keberadaannya, tentu merupakan efek positif yang harus bisa dimasyarakatkan seperti hasil penelitian CNN dimana wanita lebih rela sang suami berkencan dengan V-Girl. Jangan sampai kemudian 3G dianggap sebagai si pencuri tulang rusuk alias membuat pria kehilangan “nafsu” dengan wanita beneran dan juga sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran 3G diharapkan dapat menghadirkan kejujuran di masyarakat kita baik hubungan dalam keluarga, hubungan atasan-bawahan maupun hubungan dalam masyarakat karena dunia sudah tanpa batas (the world is flat). The world is flat implies that our honesty hinges on our thumbs. Kejujuran ada di jari tangan manusia! Terima kasih 3G!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-115970707834819801?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/115970707834819801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=115970707834819801' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/115970707834819801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/115970707834819801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2006/10/3g-si-pencuri-tulang-rusuk.html' title='3G Si Pencuri Tulang Rusuk'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-114134913573160621</id><published>2006-03-02T17:22:00.000-08:00</published><updated>2006-10-01T05:49:06.323-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (18) : Trubus</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin di Kompas ada iklan dari Trubus, ya siapa sih ndak kenal dengan majalah yang satu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau mendengar merek Trubus, pasti asosiasi nya langsung ke majalah flora, di iklan tersebut menampilkan Trubus Kids&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah brand extention yang menarik sekaligus educate future customers yaitu anak2 yang 10 tahun mendatang mungkin akan baca Trubus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trubus juga terlihat punya beberapa bisnis lain seperti penerbitan dan sebagainya cuma setahu saya sih tidak menggunakan Trubus sebagai authority brand di industri media flora ini, kalau ndak salah beberapa grup media besar juga coba melawan Trubus tapi sepertinya kurang berhasil, mungkin karena Trubus image nya sudah terlalu kuat di benak pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trubus merupakan sebuah contoh bagaimana big brand yang sudah menjadi brand authority untuk urusan media flora bisa memanfaatkan brand-nya untuk melayani anak-anak juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-114134913573160621?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/114134913573160621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=114134913573160621' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/114134913573160621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/114134913573160621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2006/03/big-brand-big-pleasure-18-trubus.html' title='Big Brand Big Pleasure (18) : Trubus'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113990403619771881</id><published>2006-02-13T23:52:00.000-08:00</published><updated>2006-02-14T00:00:36.386-08:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (17) : Oprah Radio</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah Winfrey kembali melakukan brand extention dengan meluncurkan Oprah Radio&lt;br /&gt;yang katanya menelan investasi hingga 500 milyar, sebuah brand investment yang cukup&lt;br /&gt;berani yang tentu saja diharapkan menghasilkan return yang menarik juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah bukan rahasia lagi bagaimana acara Oprah Winfrey Show bisa dijadikan&lt;br /&gt;sebagai sumber promosi yang menarik bagi siapa saja mulai dari pemilik merek mobil&lt;br /&gt;sampai dengan penjual pelatihan untuk diet yang kalau sudah di-endorse oleh Oprah maka pasti&lt;br /&gt;langsung laris manis bak kacang goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah kalau di Oprah Radio rasanya juga bisa menghasilkan cash flow yang sama.&lt;br /&gt;sebuah merek yang memang sangat luar biasa. kita lihat saja sejauh mana Oprah sebagai&lt;br /&gt;sebuah merek akan berhenti melakukan brand extention&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih penasaran menunggu siapa sosok yang bisa jadi Oprah nya Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113990403619771881?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113990403619771881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113990403619771881' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113990403619771881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113990403619771881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2006/02/big-brand-big-pleasure-17-oprah-radio.html' title='Big Brand Big Pleasure (17) : Oprah Radio'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113990350231402516</id><published>2006-02-13T23:50:00.000-08:00</published><updated>2006-02-13T23:51:42.653-08:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (16) : Oprah - An Honest Brand</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah menyihir pembaca buku!!!!&lt;br /&gt;Kok bisa? bayangkan saja, Oprah bisa mempengaruhi penjualan buku sekitar 20-100&lt;br /&gt;kali lipat lebih kuat dibandingkan tokoh manapun di dunia. Itulah hebatnya merek&lt;br /&gt;Oprah Winfrey. Merek yang memiliki penghasilan 225juta dolar per tahun dan dianggap&lt;br /&gt;sebagai selebritis terkaya versi Fortune.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 22 September lalu Oprah mengumumkan pilihan Oprah's Book Club terbaru yaitu&lt;br /&gt;A Million Little Pieces karya James Frey. Para peserta klub memborong 85.000 kopi&lt;br /&gt;dan 615.000 kopi buku tersebut lengkap dengan stempel Oprah's Book Club!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, bukan? Buku apapun yang dibahas oleh Oprah dalam Oprah's Book Club&lt;br /&gt;sepertinya pasti laris manis di beli. Pembaca memang seringkali kesulitan untuk&lt;br /&gt;menentukan buku mana yang akan dibeli, hal ini dimanfaatkannya melalui Oprah's&lt;br /&gt;Book Club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun si Oprah baru saja tersandung "kasus" karena cerita A Million Little&lt;br /&gt;Pieces yang popular karena Oprah ternyata hanya cerita fiksi sementara Oprah sudah terlanjur&lt;br /&gt;mempromosikannya sebagai the true story dan bahkan membela habis-habisan novel&lt;br /&gt;ini di acara Larry King Live-nya CNN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang baru ketahuan kalau novel tersebut hanya ilusi atau fiksi belaka. Tidak&lt;br /&gt;mau merusak namanya, maka Oprah secara JUJUR  dan berani mengakui di depan publik&lt;br /&gt;dalam salah satu show-nya kalau dia telah salah mempromosikan novel tersebut&lt;br /&gt;sebagai cerita asli. Luar biasa sekali!!! Inilah hebatnya Oprah, big brand yang penuh&lt;br /&gt;dengan kejujuran tanpa perlu takut kehilangan nama besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan Oprah sebagai sebuah merek besar terlihat pada saat perseteruannya&lt;br /&gt;dengan merek Hermes dimana diceritakan pada 14 Juni 2005 Oprah ditolak untuk masuk ke&lt;br /&gt;salah satu outlet Hermes di Prancis karena kebetulan memang hari tersebut tutup. Akan&lt;br /&gt;tetapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah sepertinya tidak memahami sehingga muncullah semacam kekecewaan yang&lt;br /&gt;berujung pada "ancaman" Oprah akan menceritakan kisahnya di acara Oprah Winfrey&lt;br /&gt;Show yang ditonton oleh 30 juta orang di 100 negara? Kesalahpahaman berakhir setelah&lt;br /&gt;pihak Hermes meminta maaf dan menjelaskan kalau outlet tersebut memang ditutup untuk&lt;br /&gt;kepentingan event PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia memang kita mengenai Oprah melalui Oprah Winfrey Show yang&lt;br /&gt;ditayangkan Indosiar. Padahal sebagai sebuah brand, Oprah tergolong cerdik melakukan brand&lt;br /&gt;extention. Lihat saja sederet produk seperti "O – The Oprah Magazine";&lt;br /&gt;"Breakfast with Oprah"; "Oprah's Angel Network"; "Oprah Boutique"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan salah satu serial televisi terheboh 2005 "Desperate Housewives"&lt;br /&gt;terinspirasi dari Oprah Winfrey Show. Ternyata sang produser mendapat ide justru setelah menonton&lt;br /&gt;acara Oprah Winfrey Show yang menampilkan kalangan ibu-ibu yang memiliki permasalahan&lt;br /&gt;karena kesibukan suaminya atau ditinggal suaminya dan hanya disibukkan tuk&lt;br /&gt;ngurus anak sementara sang suami pulang cuma "minta jatah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial yang diyakini cukup memenuhi "keinginan dan kebutuhan" para desperate&lt;br /&gt;housewives  yang akhirnya meledak laris manis seperti Sex and The City.&lt;br /&gt;Oprah, seorang wanita yang berhasil mem-branding-kan dirinya dengan baik&lt;br /&gt;sehingga Oprah sebagai sebuah brand memiliki nilai jual yang luar biasa dan bisa&lt;br /&gt;menggerakkan kalangan wanita dan Ibu-ibu di seluruh dunia. Di balik sebuah merek Oprah yang&lt;br /&gt;besar ternyata tersimpan sebuah kerendahan hati dan kejujuran seperti yang&lt;br /&gt;ditunjukkannya dalam kasus novel A Million Little Piece. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How honest is your brand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113990350231402516?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113990350231402516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113990350231402516' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113990350231402516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113990350231402516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2006/02/big-brand-big-pleasure-16-oprah-honest_13.html' title='Big Brand Big Pleasure (16) : Oprah - An Honest Brand'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113990322311312598</id><published>2006-02-13T23:43:00.000-08:00</published><updated>2006-02-13T23:48:23.616-08:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (16) : Oprah - An Honest Brand</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah menyihir pembaca buku!!!!&lt;br /&gt;Kok bisa? bayangkan saja, Oprah bisa mempengaruhi penjualan buku sekitar 20-100&lt;br /&gt;kali lipat lebih kuat dibandingkan tokoh manapun di dunia. Itulah hebatnya merek&lt;br /&gt;Oprah Winfrey. Merek yang memiliki penghasilan 225juta dolar per tahun dan dianggap&lt;br /&gt;sebagai selebritis terkaya versi Fortune.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 22 September lalu Oprah mengumumkan pilihan Oprah's Book Club terbaru yaitu&lt;br /&gt;A Million Little Pieces karya James Frey. Para peserta klub memborong 85.000 kopi&lt;br /&gt;dan 615.000 kopi buku tersebut lengkap dengan stempel Oprah's Book Club!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, bukan? Buku apapun yang dibahas oleh Oprah dalam Oprah's Book Club&lt;br /&gt;sepertinya pasti laris manis di beli. Pembaca memang seringkali kesulitan untuk&lt;br /&gt;menentukan buku mana yang akan dibeli, hal ini dimanfaatkannya melalui Oprah's&lt;br /&gt;Book Club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun si Oprah baru saja tersandung "kasus" karena cerita A Million Little&lt;br /&gt;Pieces yang popular karena Oprah ternyata hanya cerita fiksi sementara Oprah sudah terlanjur&lt;br /&gt;mempromosikannya sebagai the true story dan bahkan membela habis-habisan novel&lt;br /&gt;ini di acara Larry King Live-nya CNN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang baru ketahuan kalau novel tersebut hanya ilusi atau fiksi belaka. Tidak&lt;br /&gt;mau merusak namanya, maka Oprah secara JUJUR  dan berani mengakui di depan publik&lt;br /&gt;dalam salah satu show-nya kalau dia telah salah mempromosikan novel tersebut&lt;br /&gt;sebagai cerita asli. Luar biasa sekali!!! Inilah hebatnya Oprah, big brand yang penuh&lt;br /&gt;dengan kejujuran tanpa perlu takut kehilangan nama besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan Oprah sebagai sebuah merek besar terlihat pada saat perseteruannya&lt;br /&gt;dengan merek Hermes dimana diceritakan pada 14 Juni 2005 Oprah ditolak untuk masuk ke&lt;br /&gt;salah satu outlet Hermes di Prancis karena kebetulan memang hari tersebut tutup. Akan&lt;br /&gt;tetapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah sepertinya tidak memahami sehingga muncullah semacam kekecewaan yang&lt;br /&gt;berujung pada "ancaman" Oprah akan menceritakan kisahnya di acara Oprah Winfrey&lt;br /&gt;Show yang ditonton oleh 30 juta orang di 100 negara? Kesalahpahaman berakhir setelah&lt;br /&gt;pihak Hermes meminta maaf dan menjelaskan kalau outlet tersebut memang ditutup untuk&lt;br /&gt;kepentingan event PR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia memang kita mengenai Oprah melalui Oprah Winfrey Show yang&lt;br /&gt;ditayangkan Indosiar. Padahal sebagai sebuah brand, Oprah tergolong cerdik melakukan brand&lt;br /&gt;extention. Lihat saja sederet produk seperti "O – The Oprah Magazine";&lt;br /&gt;"Breakfast with Oprah"; "Oprah's Angel Network"; "Oprah Boutique"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan salah satu serial televisi terheboh 2005 "Desperate Housewives"&lt;br /&gt;terinspirasi dari Oprah Winfrey Show. Ternyata sang produser mendapat ide justru setelah menonton&lt;br /&gt;acara Oprah Winfrey Show yang menampilkan kalangan ibu-ibu yang memiliki permasalahan&lt;br /&gt;karena kesibukan suaminya atau ditinggal suaminya dan hanya disibukkan tuk&lt;br /&gt;ngurus anak sementara sang suami pulang cuma "minta jatah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serial yang diyakini cukup memenuhi "keinginan dan kebutuhan" para desperate&lt;br /&gt;housewives  yang akhirnya meledak laris manis seperti Sex and The City.&lt;br /&gt;Oprah, seorang wanita yang berhasil mem-branding-kan dirinya dengan baik&lt;br /&gt;sehingga Oprah sebagai sebuah brand memiliki nilai jual yang luar biasa dan bisa&lt;br /&gt;menggerakkan kalangan wanita dan Ibu-ibu di seluruh dunia. Di balik sebuah merek Oprah yang&lt;br /&gt;besar ternyata tersimpan sebuah kerendahan hati dan kejujuran seperti yang&lt;br /&gt;ditunjukkannya dalam kasus novel A Million Little Piece. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How honest is your brand?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113990322311312598?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113990322311312598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113990322311312598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113990322311312598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113990322311312598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2006/02/big-brand-big-pleasure-16-oprah-honest.html' title='Big Brand Big Pleasure (16) : Oprah - An Honest Brand'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113255367097680980</id><published>2005-11-20T21:49:00.000-08:00</published><updated>2005-11-20T22:14:31.286-08:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (15) : Fanbo</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanbo, kenal dengan merek yang satu ini? ini salah satu merek dari jaman dulu yang masih bertahan, liat aja pas lebaran kemarin malah sibuk beriklan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanbo sebagai bedak bubuk memang dikenal masyarakat luas karena menyasar kalangan menengah ke bawah. Iseng-iseng saya menanyai sebagian wanita di kantor saya dan semuanya tahu kalau Fanbo itu adalah merek bedak!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata merek yang satu ini tetap aja diingat banyak orang meskipun wanita modern sekarang apalagi yang tinggal di kota pasti merasa gengsi menggunakan merek yang satu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makanya terkejut juga saat melihat Fanbo beriklan di televisi menjelang lebaran. Dapat dikatakan Fanbo ini merupakan salah satu &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; di industri perbedakan Indonesia. Kehadirannya kembali di layar kaca melalui iklan tentu saja diharapkan dapat mengangkat kembali &lt;em&gt;big brand &lt;/em&gt;ini untuk memperoleh &lt;em&gt;big pleasure.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Merek yang banyak dikenal orang meskipun persepsinya untuk kalangan menengah ke bawah. kita lihat saja apakah Fanbo dapat menjadi&lt;em&gt; big brand big pleasure&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113255367097680980?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113255367097680980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113255367097680980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113255367097680980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113255367097680980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/11/big-brand-big-pleasure-15-fanbo.html' title='Big Brand Big Pleasure (15) : Fanbo'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113160596078386877</id><published>2005-11-09T22:58:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T22:59:21.166-08:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (14) : Oprah's Book Club</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oprah &lt;/strong&gt;menyihir pembaca buku!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah lagi Oprah lagi........ pasti itu yang muncul di benak pembaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa? bayangkan saja, Oprah bisa mempengaruhi penjualan buku sekitar 20-100 kali lipat lebih kuat dibandingkan tokoh manapun di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba simak fenomena terbaru, pada 22 September Oprah mengumukan pilihan &lt;strong&gt;Oprah's Book Club &lt;/strong&gt;terbaru yaitu &lt;em&gt;A Million Little Pieces&lt;/em&gt; karya &lt;em&gt;James Frey&lt;/em&gt;. Para peserta klub memborong 85.000 kopi dan 615.000 kopi buku tersebut lengkap dengan stempel Oprah's Book Club!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, bukan? Buku apapun yang dibahas oleh Oprah dalam Oprah's Book Club sepertinya pasti laris manis di beli. Masyarakat melihat Oprah sebagai &lt;em&gt;trendsetter&lt;/em&gt; yang merupakan jaminan mutu. Apapun yang direkomendasikan oleh Oprah pastilah bacaan bagus yang harus di beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca memang seringkali kesulitan untuk menentukan buku mana yang akan dibeli, hal ini dimanfaatkan benar oleh Oprah. Menyadari kesulitan pelanggan serta menyadari juga bagaimana Oprah merupakan sebuah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; yang memiliki banyak penggemar yang percaya apapun yang dikatakannya, maka muncullah Oprah's Book Club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Big brand&lt;/em&gt; seperti Oprah memang memiliki banyak &lt;em&gt;big pleasure&lt;/em&gt; yang bisa dipakai termasuk juga jualan buku. Bayangkan kalau sebuah &lt;em&gt;brand &lt;/em&gt;tidak dikenal orang, bagaimana mungkin rekomendasi bukunya akan dibeli oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai sekarang masih terkagum-kagum dengan kehebatan Oprah sebagai sebuah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; yang terjaga, terkelola dan terutilisasi dengan baik. &lt;em&gt;Big brand always brings big pleasure&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113160596078386877?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113160596078386877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113160596078386877' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113160596078386877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113160596078386877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/11/big-brand-big-pleasure-14-oprahs-book.html' title='Big Brand Big Pleasure (14) : Oprah&apos;s Book Club'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113159185454280221</id><published>2005-11-09T18:50:00.000-08:00</published><updated>2005-11-09T19:04:14.826-08:00</updated><title type='text'>Word of Mouth (3) : Wal Mart Movie</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenal Wal Mart? kalau ndak, kebangetan deh heheheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wal Mart&lt;/strong&gt; yang terkenal dengan &lt;em&gt;Everyday Low Prices&lt;/em&gt; baru saja menghadapi tantangan baru dari beberapa pihak yang tidak menyukainya. Salah satunya datang dari Robert Greenwald yang baru saja membuat film khusus untuk menyerang Wal Mart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film tersebut diberi judul &lt;em&gt;"Wal Mart : The High Cost of Low Price"&lt;/em&gt; Si Robert Greenwald sang pembuat film ternyata memanfaatkan &lt;em&gt;word of mouth&lt;/em&gt; (WOM) untuk memperkenalkan film-nya sekaligus menyerang Wal Mart yang dianggap telah merusak kehidupan di kota-kota kecil serta isu-isu lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenwald menawarkan program &lt;em&gt;screening&lt;/em&gt; kepada semua orang dan hal tersebut dilakukan di berbagai tempat seperti di gereja. Greenwald mengundang para pengunjung gereja tersebut untuk masuk ke websitenya di &lt;a href="http://www.walmartmovie.com"&gt;www.walmartmovie.com&lt;/a&gt; dan melakukan &lt;em&gt;download&lt;/em&gt; serta dapat ikut serta dalam program &lt;em&gt;screening&lt;/em&gt; di berbagai kota di Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program &lt;em&gt;screening&lt;/em&gt; bahkan dilakukan di berbagai pusat komunitas, kampus dan sekolah. Melalui &lt;em&gt;website&lt;/em&gt;-nya, Greenwald juga meminta para pengunjung untuk mengirimkan &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; ke temannya dan secara aktif ikut menyuarakan anti Wal Mart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para pengunjung &lt;em&gt;website&lt;/em&gt; diberikan semacam "otoritas" untuk mempromosikan film tersebut di tempat tinggal mereka dengan berbagai &lt;em&gt;merchandise, website, blog, poster, t-shirt&lt;/em&gt;, kartu pos dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di websitenya bahkan disediakan parodi yang dapat di-&lt;em&gt;download&lt;/em&gt;. Greenwald benar-benar memanfaatkan &lt;em&gt;word of mouth&lt;/em&gt; untuk membesarkan "pasarnya" dan membuat banyak masyarakat yang anti Wal Mart untuk melakukan action. &lt;em&gt;Word of mouth &lt;/em&gt;yang diharapkan tidak hanya menciptakan &lt;em&gt;awareness &lt;/em&gt;tetapi juga &lt;em&gt;action&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan main-main dengan &lt;em&gt;word of mouth&lt;/em&gt;, sangat kredibel dan efektif sekaligus berbahaya kalau merek kita yang jadi sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113159185454280221?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113159185454280221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113159185454280221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113159185454280221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113159185454280221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/11/word-of-mouth-3-wal-mart-movie.html' title='Word of Mouth (3) : Wal Mart Movie'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-113150714801907157</id><published>2005-11-08T19:20:00.000-08:00</published><updated>2005-11-08T19:32:28.040-08:00</updated><title type='text'>Word of Mouth (2) : Bike Friday</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah membayangkan bagaimana seorang pemilik sepeda yang membeli sepedanya pada tahun 1995 berhasil mengajak 100 orang untuk membeli sepeda yang sama? ajakan kepada 100 orang tersebut telah menghasilkan penjualan sebesar $300.000!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dilakukan oleh Margaret Day, seorang konsumen sepeda merek &lt;strong&gt;Bike Friday. &lt;/strong&gt;Margaret tidak hanya sekedar menikmati sepedanya tetapi juga menikmati untuk menceritakan tentang sepedanya dan mengajak orang lain untuk membeli sepeda yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit cerita diatas merupakan hasil dari berbagai program newsletters, bike clubs dan referral rewards program yang dilakukan oleh &lt;strong&gt;Bike Friday &lt;/strong&gt;-- produsen sepeda -- yang memanfaatkan &lt;em&gt;word of mouth &lt;/em&gt;(WOM) dibandingkan dengan &lt;em&gt;advertising. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bike Friday memanfaatkan WOM dengan berbagai cara khususnya melalui 30 &lt;em&gt;Bike Friday Clubs of America &lt;/em&gt;yang dimilikinya. Klub ini merupakan pusat dari segala WOM yang terjadi karena dengan kegiatan komunitas ini akan menjaring pembeli dan pengguna baru serta menciptakan publikasi dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bike Friday juga memiliki program &lt;em&gt;referral award &lt;/em&gt;dimana para pembeli sepeda akan memperoleh 12 kartu pos pra bayar dengan nama mereka tertera di sana plus nama si penjual. Setiap saat pelanggan tersebut bertemu dengan seseorang yang tertarik dengan sepeda, maka si pemilik kartu tersebut akan menuliskan nama orang tersebut dan kemudian mengirimkan kartu tersebut ke Bike Friday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bike Friday kemudian mengirimkan informasi kepada orang yang tertarik tersebut, memasukkannya dalam database dan setiap penjualan yang terjadi akan memberikan penghasilan bagi yang me-rekomendasi-kan mulai dari cek $50 sampai dengan kredit $75 untuk pembelian produk di masa mendatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program &lt;em&gt;referral award&lt;/em&gt;  ini telah menghasilkan sekitar sepertiga dari total 10.000 sepeda yang terjual tahun lalu. Bahkan dalam 3,5 tahun terakhir menghasilkan penjualan sekitar $1,3 juta. Di tahun 2004 saja, 29 persen penjualan Bike Friday berasal dari program &lt;em&gt;referral award&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah saatnya para pemasar memikirkan untuk memanfaatkan WOM dan tidak hanya tergantung iklan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-113150714801907157?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/113150714801907157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=113150714801907157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113150714801907157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/113150714801907157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/11/word-of-mouth-2-bike-friday.html' title='Word of Mouth (2) : Bike Friday'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112986939193463099</id><published>2005-10-20T21:32:00.000-07:00</published><updated>2005-10-20T21:36:31.943-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (13)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau sudah lebaran begini, produk yang laris manis pasti aja sirup dan tentu biskuit. Kalau lebaran begini, satu brand yang tidak bisa dilupakan adalah Khong Guan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya ini adalah big brand yang luar biasa. rasanya kalau ingat lebaran ya ingat Khong Guan. inilah hebatnya si Khong Guan. Hampir dapat dikatakan kita jarang menemui iklan merek yang satu ini tetapi tetap saja mereknya tertancap kuat di benak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dari salah satu rekan saya, kabarnya para pejabat tinggi sampai memesan ratusan kardus Khong Guan yang tentu saja untuk diberikan kepada para kolega dan saudaranya. Khong Guan memang luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin big brand yang satu ini cukup jualan tuk beberapa waktu menjelang lebaran sudah dapat menikmati hasilnya untuk satu tahun. Occasional product seperti ini memang membutuhkan brand yang kuat sehingga kalau lebaran langsung teringat ama si Khong Guan tanpa perlu susah payah buang budget untuk iklan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emang enak jadi big brand seperti Khong Guan. big brand with big pleasure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112986939193463099?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112986939193463099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112986939193463099' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112986939193463099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112986939193463099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/10/big-brand-big-pleasure-13.html' title='Big Brand Big Pleasure (13)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112954418463883172</id><published>2005-10-17T03:02:00.000-07:00</published><updated>2005-10-17T03:16:24.870-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (12)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sabtu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk pulang kampung ke Medan memberikan pelatihan marketing plan. Pelatihan yang dihadiri lebih dari 100 orang tersebut berlangsung selama setengah hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai pelatihan, beberapa peserta masih mengajak diskusi seputar marketing plan dan penerapannya untuk bisnis mereka. sepertinya diskusi tidak akan berakhir, akhirnya saya pun diajak mereka untuk makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tertarik tuk sharing, saya pun menyetujui ajakan mereka. Sambil memesan menu makanan, saya pun berpikir mau minum apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir beberapa detik, saya pun memesan Badak. ya inilah salah satu merek legendaris di kota Medan yang sudah ada puluhan tahun bahkan saya masih kecil.  Jadi, memesan Badak itu bagaikan nostalgia. Meskipun bisa ditemukan di beberapa tempat makan khas medan di jakarta, tapi rasanya beda aja kalau minum di Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, Badak pun di sajikan. saya sempat sedikit terkejut karena Badak mulai sedikit merubah packaging-nya. Meskipun belum sadar branding, tetapi perubahan ini bagi saya sudah cukup positif. Kertas baru yang ditempel di botolnya sedikit membuat Badak kelihatan lebih baru dan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Big Brand yang satu ini memang menikmati banyak Big Pleasure. sebagai merek yang punya ikatan sejarah dengan Medan, meskipun tidak terlalu membesar tetapi tidak bisa "dibunuh" oleh merek-merek nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Big Brand yang satu ini dapat dikatakan sangat realistis dan "tahu diri" karena memilih menjadi Big Brand di kolam "kecil" yaitu hanya di Medan dan sekitarnya tanpa tergoda untuk masuk ke pasar nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Big Brand memang bisa menikmati Big Pleasure secara jangka panjang asalkan "tahu diri" dan tidak terjebak untuk ekspansi ke mana-mana kalau memang belum mampu dan tidak punya amunisi yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu apakah karena Big Brand, pada saat menikmati setiap sedotan dari Badak yang dicampur Es Batu, rasanya kok beda dan lega sekali. si Badak emang muantab man!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112954418463883172?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112954418463883172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112954418463883172' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112954418463883172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112954418463883172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/10/big-brand-big-pleasure-12.html' title='Big Brand Big Pleasure (12)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112868803850958524</id><published>2005-10-07T05:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-07T05:28:54.500-07:00</updated><title type='text'>Word of Mouth (1): Dell Ditty</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saat membuka email, saya terheran-heran karena melihat sebuah email yang dikirimkan oleh Dell. setahu saya Dell itu jualan komputer dan saya tidak pernah beli komputer di sana, jadi apa gerangan saya dikirimi email. Jangan-jangan spam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, saya pun mencoba membuka email Dell tersebut. ternyata isi di dalamnya adalah perkenalan produk terbaru dari Dell yaitu Ditty yang merupakan MP3 Player yang juga merupakan pesaing dari iPod khususnya iPod Shuffle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya cukup menarik, apalagi ada website khusus di &lt;a href="http://www.dellditty.com"&gt;www.dellditty.com&lt;/a&gt;. karena masih penasaran, masuk ke websitenya ternyata cukup interaktif dan menghibur. dengan berbagai tawaran mulai dari dance, lip sync sampai dengan berbagai video interaktif yang menarik yang menghilangkan kesan jualan Ditty tetapi lebih bersifat menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang tidak kalah menarik adalah bagaimana Ditty memanfaatkan dunia virtual untuk komunikasi produknya. Di website tercantum berbagai menu mulai dari forward dan juga information by email yang tentu saja dapat menciptakan efek dari mulut ke telinga alias word of mouth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Word of mouth rasanya menjadi salah satu cara menarik bagi para pemilik merek untuk berkomunikasi secara efektif ke pelanggan. lama-lama orang semakin bosan dengan iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Dell ini juga menjadi sejarah tersendiri karena sebelumnya Dell sangat terbiasa menggunakan pendekatan tradisional seperti iklan. Peluncuran Ditty memanfaatkan WOM antara lain dengan mendorong agar karyawan nya dimana-mana menggunakan Ditty di depan umum sambil jalan, makan siang dan sebagainya termasuk juga selalu membicarakan Ditty di setiap pertemuan dengan siapa saja di luar kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Word of Mouth memang semakin dibutuhkan di era seperti sekarang ini. kalau produk Anda masih terjebak dengan pendekatan komunikasi tradisional dengan iklan dan sejenisnya, mulailah bermimpi untuk memanfaatkan WOM yang lebih hemat biaya dan kredibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berimajinasi.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112868803850958524?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112868803850958524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112868803850958524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112868803850958524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112868803850958524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/10/word-of-mouth-1-dell-ditty.html' title='Word of Mouth (1): Dell Ditty'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112832202343620148</id><published>2005-10-02T23:40:00.000-07:00</published><updated>2005-10-02T23:51:31.863-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (11)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau saya menyebutkan Singer, apa yang muncul di benak Anda? penyanyi? tidak salah. tetapi ingatkah Anda dengan merek mesin jahit Singer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, inilah salah satu merek legendaris di industri mesin jahit yang rasanya sulit kita lewatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singer dapat dikatakan sebagai &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt;, cuma masalahnya apakah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; ini memperoleh &lt;em&gt;big pleasure&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi teringat masa kecil dahulu dimana Ibu saya dirumah seringkali menjahit beberapa potong pakaian dengan menggunakan mesin jahit, kadang2 kalau ada pakaian yang perlu ditambal atau apapun pasti Ibu saya menggunakan Singer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau sekarang? Hari gini pakai Singer hehehehehe mungkin itu gambaran yang tepat, mesin jahit di rumah saya memang belum dibuang tetapi sudah diparkir digudang alias Ibu saya tidak pernah menggunakannya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya jadi penasaran dengan iklan tersebut karena iklan Singer tersebut menawarkan trade in alias menukar mesin jahit lama dengan mesin jahit baru. lalu, siapakah kira-kira yang menjadi sasaran dari program ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pasar individual apakah masih ada? sepertinya jaman serba instan seperti ini masyrakat kita khususnya menengah ke atas lebih cenderung suka membeli dan meminta dijahitkan, kalaupun ada perbaikan sedikit, paling juga tetap dibawa ke tukang jahit atau minta sang pembantu tuk menjahitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so apakah &lt;em&gt;Big Brand&lt;/em&gt; Singer menghadapi &lt;em&gt;big trouble? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;seiring dengan perkembangan trend, satu-satunya pasar yang menarik bagi Singer adalah para penjahit yang memang masih gampang kita jumpai dimana-mana, akan tetapi seberapa gede kah pasarnya? kalau membeli satu mesin jahit, bukankah butuh waktu yang lama tuk membuat para penjahit membeli kembali yang baru untuk menggantikan yang lama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang disasarkan untuk para penjahit, apakah pemasangan iklan tersebut merupakan cara yang tepat? bisakah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; ini menikmati &lt;em&gt;big pleasure?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;sayang sekali rasanya kalau &lt;em&gt;big brand &lt;/em&gt;Singer yang penuh nostalgia di masa kecil saya harus kehilangan gemoninya. mudah-mudahan Singer dapat menikmati &lt;em&gt;big pleasure&lt;/em&gt;-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112832202343620148?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112832202343620148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112832202343620148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112832202343620148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112832202343620148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/10/big-brand-big-pleasure-11.html' title='Big Brand Big Pleasure (11)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112804629344884271</id><published>2005-09-29T18:57:00.000-07:00</published><updated>2005-09-29T19:11:33.456-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (10)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini baru saja mendapatkan berita kalau Bread Talk di Indonesia berhasil mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). seperti yang kita ketahui, bread talk sebagai sebuah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; memang beberapa waktu yang lalu banyak dibicarakan karena belum berhasil mendapatkan sertifikat halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah mendapatkan sertifikat halal sepertinya akan semakin melambungkan merek besar yang satu ini. Mulai dari pertama kali membuka gerainya di Indonesia tepatnya di Mal Kelapa Gading yang membuat heboh karena antriannya yang luar biasa bagaikan antri sembako dan BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya sekarang bread talk sudah merambah kemana-mana mulai dari Jakarta sampai Bandung. Beginilah enak dan tidak enaknya jadi &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt;. Bread Talk sebagai sebuah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; kalau memiliki kekurangan sedikit saja pasti langsung dibicarakan dimana-mana seperti saat mereka belum memperoleh sertifikat halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; memang kadang menjadi sasaran perhatian masyarakat banyak, belum lagi di Indonesia dimana MUI memang merupakan acuan utama untuk menilai apakah sebuah produk halal atau tidak. &lt;em&gt;Big brand&lt;/em&gt; yang masuk ke pasar Indonesia memang tidak bisa mengabaikan yang satu ini. kalau tidak berhasil mendapatkan sertifikat halal, bisa-bisa malah menjadi &lt;em&gt;big trouble.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Bread Talk memperoleh sertifikat halal tentu akan semakin menambah pleasure yang diperoleh si &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; satu ini. belum memperoleh sertifikat halal saja sudah membuatnya menjadi merek besar yang disegani dan akhirnya membuat beberapa industri rumah tangga mencoba meniru dengan mengeluarkan merek-merek yang mirip seperti Bread Corner, Bread King dsb nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so... jika memiliki &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt;, jangan sampai terjadi &lt;em&gt;big trouble&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112804629344884271?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112804629344884271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112804629344884271' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112804629344884271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112804629344884271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/09/big-brand-big-pleasure-10.html' title='Big Brand Big Pleasure (10)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112795999142009451</id><published>2005-09-28T19:07:00.000-07:00</published><updated>2005-09-28T19:13:11.426-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (9)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, Nestle mengeluarkan Nestle Pure yang merupakan AMDK (air minum dalam kemasan) terbaru dari Nestle. satu lagi big brand yang mencoba masuk ke industri AMDK dengan memanfaatkan kebesaran nama Nestle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah contoh bagaimana &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; memiliki &lt;em&gt;big pleasure&lt;/em&gt;, kalau memiliki merek besar yang dikenal banyak orang maka biasanya dengan gampang dimanfaatkan untuk masuk ke kategori lain. merek besar memang paling senang masuk ke berbagai kategori dengan memanfaatkan satu merek saja. alasannya sih sederhana, biar lebih hemat biaya komunikasi karena tidak susah-susah lagi bangun &lt;em&gt;brand awareness&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri AMDK memang masih menarik dan pasarnya masih gede, pertanyaannya adalah mampukah Nestle bersaing di sana melawan merek-merek besar lainnya khususnya Aqua. sebelumnya Ades yang bahkan sudah diakuisisi oleh Coca Cola kelihatannya juga tidak gampang melawan Aqua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, di industri ini memang sulit menemukan pelanggan yang loyal, akhirnya &lt;em&gt;distribution channel&lt;/em&gt; berperanan penting. seringkali kita mencari merek tertentu di sebuah warung, tapi kalau dikasih merek lain juga &lt;em&gt;no problem&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kalau distribution channel hampir tidak jauh beda maka merek memang cukup berpengaruh dan disini mungkin Nestle dengan mereknya yang sudah cukup dikenal bisa memanfaatkan kebesaran mereknya. akankah &lt;em&gt;big brand&lt;/em&gt; Nestle memiliki &lt;em&gt;big pleasure&lt;/em&gt;? biarlah waktu yang membuktikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112795999142009451?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112795999142009451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112795999142009451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112795999142009451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112795999142009451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/09/big-brand-big-pleasure-9.html' title='Big Brand Big Pleasure (9)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112347791063067148</id><published>2005-08-07T22:02:00.000-07:00</published><updated>2005-08-07T22:11:50.636-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (8)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin melihat iklan Aqua seri terbaru. setelah sebelumnya meng-edukasi pelanggan bahwa minum Aqua itu sehat, sepertinya Aqua merasa tidak cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seiring dengan semakin banyaknya pesaing yang menawarkan harga murah dan merek Aqua yang sudah jadi generik alias air minum dalam kemasan (AMDK) ya Aqua yang cukup merepotkan juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena seringkali nyebutnya mau beli Aqua tetapi dikasih merek lain terima juga, yang penting AMDK dan kelihatan jernih hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqua sepertinya mulai menyadari bahwa edukasi saja tidak cukup, karena banyak pasar yang hilang akibat banyak orang yang membeli Aqua dan bukan membeli AMDK merek Aqua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keluarlah iklan terbaru yang menggambarkan seorang pria yang memesan Aqua tetapi dikasih merek lain, pria tersebut akhirnya menolak. belum lagi dibarengi dengan program promosi undian berhadiah dimana pelanggan diminta untuk mengirimkan empat tutup botol Aqua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlepas dari apakah sudah telat atau belum, saya melihat Aqua sebagai Big Brand cukup cerdik memanfaatkan kebesaran namanya. Big Brand yang terlena bisa saja terjebak dalam big trouble. keberanian Aqua untuk membuat pelanggan mulai sadar dari sekedar membeli Aqua menjadi membeli AMDK merek Aqua merupakan upaya untuk menikmati investasi merek yang selama ini telah dibangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Big Brand memang memiliki banyak Big Pleasure yang menguntungkan bagi si pemilik merek asalkan dimanfaatkan dengan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berimajinasi......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112347791063067148?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112347791063067148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112347791063067148' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112347791063067148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112347791063067148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/08/big-brand-big-pleasure-8.html' title='Big Brand Big Pleasure (8)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112088651826430372</id><published>2005-07-09T12:25:00.000-07:00</published><updated>2005-07-08T22:21:58.270-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (7)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan The Apprentice 1, The Apprentice 2 sepertinya makin heboh aja karena di seri yang ke-2 ini melibatkan berbagai merek yang juga pengen numpan promosi seperti Mattel dan P&amp;G yang meminta para peserta tuk membuat atau memasarkan produknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Donald Trump memang jadi jaminan tersendiri, The Apprentice seakan-akan menjadi gerakan baru dalam mencari bakat2 pebisnis hebat diluar jalur kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat saja bagaimana The Apprentice dengan cerdiknya mengumpulkan lulusan MBA dari harvard, wharton tetapi ada juga yang cuma lulusan SMU tapi sudah sukses berbisnis dan menjadi entrepreneur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sini seakan-akan ujian sebenarnya dari kemampuan seseorang di dunia bisnis mulai dari kemampuan skills nya sampai dengan leadership-nya yang diperlukan untuk membuat si Donald Trump jatuh cinta untuk dipilih mengelola salah satu bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beginilah enaknya kalau punya &lt;strong&gt;Big Brand&lt;/strong&gt; seperti Donald Trump yang punya banyak &lt;strong&gt;Big Pleasure&lt;/strong&gt; karena apapun keputusannya selalu dianggap benar dan penonton seakan-akan tersihir dan percaya saja dengan setiap keputusan yang diambil oleh si Donald Trump&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika The Apprentice bisa meledak dan memancing Big Brand lainnya tuk ikut terlibat menikmati talenta-talenta hebat yang digodol oleh Donald Trumpt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran The Apprentice bisa saja merubah peranan &lt;em&gt;business school &lt;/em&gt;dan bisa saja nantinya orang lebih senang mencari manajer dari para lulusan The Apprentice daripada sekolah bisnis karena dianggap para peserta tersebut sudah lulus seleksi dari puluhan ribu kandidat terbaik di Amerika, 18 kandidat tersebut dapat dipersepsikan &lt;em&gt;the best&lt;/em&gt; yang layak menjadi andalan Donald Trump, kalau si Trump ndak mau nerima ya diterima oleh perusahaan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Apprentice sebagai &lt;strong&gt;Big Brand&lt;/strong&gt; lama-lama akan mendapatkan banyak &lt;strong&gt;Big Pleasure&lt;/strong&gt; yang bisa menandakan &lt;em&gt;new age of marketers movement&lt;/em&gt; dengan sang icon si Donald Trumpt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beginilah nikmatnya kalau &lt;strong&gt;Big Brand&lt;/strong&gt; dapat secara optimal memanfaatkan kebesarannya untuk memperoleh &lt;strong&gt;Big Pleasure&lt;/strong&gt; dalam dunia pemasaran yang semakin menarik ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112088651826430372?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112088651826430372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112088651826430372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112088651826430372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112088651826430372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/07/big-brand-big-pleasure-7.html' title='Big Brand Big Pleasure (7)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112071730649573442</id><published>2005-07-07T13:24:00.000-07:00</published><updated>2005-07-06T23:21:46.500-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (6)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 hari yang lalu pada saat di bandung sempat di ajak jalan2 oleh teman salah satu member milis marketing-club ke salah satu factory outlet yang sangat terkenal dengan merek Rumah Mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Mode yang didirikan oleh salah satu produsen tekstil ini memang luar biasa. bayangkan saja, mau masuk parkir aja antriannya ndak karu-karuan, bisa dibayangkan kalau weekend sampai jalan pada ditutup semua gara2 antri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama kali masuk ke Rumah Mode, memang feel-nya kok beda, ndak tahu ini perasaan atau apa, tapi yang jelas membludaknya pengunjung melahap semua produk yang ditawarkan juga cukup mempengaruhi persepsi dan perasaan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi ditemani dengan alunan musik yang nge-beat sehingga suasananya memang beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah saya pikir-pikir, memang dari awal menuju Rumah Mode ini persepsi dan perasaan kita sudah termainkan secara tidak sengaja. bayangkan saja, mau parkir saja antri dulu sehingga persepsinya "Wow.... nih outlet nya laris banget ya" langsung deh persepsi nya pengen aja mencari tahu lebih lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah dapat parkir, masuk ke dalamnya, "Wow... kok ramai banget ya sampai harus desak-desakan ditemani berbagai tas yang isinya barang belanjaan" lagi-lagi menciptakan perasaan yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat terkenal, sampai2 Kompas hari ini di salah satu tulisan nya menulis tentang Rumah Mode yang memang kesohor ini. sebuah merek kesohor yang membuat banyak orang datang ke sana dan kemudian TERSIHIR karena melihat banyak pembeli yang berlomba-lomba dan akhirnya secara tidak sadar membuat kita bernafsu untuk membeli lebih banyak, lebih banyak dan lebih buanyakkkk lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini lah enaknya kalau sudah jadi BIG BRAND akhirnya mendapatkan banyak BIG PLEASURE, sebuah merek besar yang menjadi indikator setiap orang yang datang ke bandung untuk berkunjung ke sana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak yang mengatakan tidak lengkap kalau ke bandung belum belanja di factory outlet, tetapi mungkin akan jauh lebih tidak lengkap kalau ke bandung belum ke Rumah Mode. itulah enaknya kalau sudah jadi BIG BRAND yang bisa membuat orang kehilangan pleasure kalau belum membeli BIG BRAND tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Mode emang BIG BRAND yang penuh dengan looks, feels dan aura yang berbeda yang memberikan BIG PLEASURE bagi pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112071730649573442?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112071730649573442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112071730649573442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112071730649573442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112071730649573442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/07/big-brand-big-pleasure-6.html' title='Big Brand Big Pleasure (6)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112022207607349577</id><published>2005-07-01T04:44:00.000-07:00</published><updated>2005-07-01T05:47:56.096-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (5)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menindak lanjuti perseteruan antara merek Hermes dengan Oprah Winfrey, ada satu pelajaran menarik yang bisa kita petik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua-duanya merupakan BIG BRAND dan sekarang bola ada di tangah Oprah Winfrey, meskipun sang pemilik merek Hermes telah meminta maaf, kita lihat saja bagaimana reaksi Oprah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah Oprah akan menceritakan kisahnya di acara Oprah Winfrey Show yang ditonton oleh 30 juta orang di 100 negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi saya, Hermes sebagai BIG BRAND memiliki BIG PLEASURE juga kalau dia bisa melakukan recovery dengan bagus dan bahkan justru memanfaatkan kejadian ini untuk menunjukkan seberapa cara merek bernama HERMES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun akhirnya oprah menceritakan kisahnya di acara oprah winfrey show, tapi kalau ini dimanfaatkan oleh Hermes malah bisa jadi publikasi yang menarik dan menguntungkan. seringkali perlu sedikit meniru para atlit judo yang bisa memenangkan pertandingan dengan memanfaatkan tenaga lawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita lihat saja sejauh mana BIG BRAND bernama HERMES bisa memperoleh BIG PLEASURE untuk mempertahankan nama besar mereknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112022207607349577?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112022207607349577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112022207607349577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112022207607349577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112022207607349577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/07/big-brand-big-pleasure-5.html' title='Big Brand Big Pleasure (5)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-112017954425714439</id><published>2005-06-30T17:52:00.000-07:00</published><updated>2005-06-30T17:59:04.260-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (4)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 28 Juni menjadi saksi sejarah bagaimana sebuah merek besar Kompas melakukan perubahan, mulai dari tampilan menjadi young broadsheet 7 kolom, kemudian warna logo yang berubah dan perubahan2 lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak kontroversi yang muncul tentang perubahan ini, banyak yang protes karena merasa tidak terbiasa dan kurang nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bagi saya, perubahan memang memancing ketidaksetujuan, semakin banyak yang tidak setuju, tandanya banyak sekali pelanggan Kompas yang cinta terhadap Kompas yang merasa selama ini telah mengarungi hidup bersama-sama dengan Kompas yang diawali dari pagi hari, tidak salah jika mereka banyak memberikan komentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan tetapi, apakah semua itu harus menghentikan sebuah perubahan? JELAS SAJA TIDAK,sebagai sebuah merek besar yang jadi market leader dengan segala kredibilitas yang telah diperoleh selama puluhan tahun, adalah sebuah kewajiban bagi Kompas untuk terus menjaga keberlangsungan hidupnya agar dapat selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan perubahan adalah salah satu jawaban untuk mempersiapkan diri di jangan sampai mengecewakan pelanggan di tahun-tahun mendatang. perubahan pastilah memunculkan perdebatan, akan tetapi sebuah perdebatan justru menjadi bunga sebuah perubahan yang akan semakin menciptakan pelanggan yang loyal yang siap mengarungi bahtera rumah tangga baru bersama Kompas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai sebuah BIG BRAND, harus diakui Kompas memang memiliki BIG PLEASURE yang dapat dimanfaatkan. tidak berubah saja sudah jadi market leader, berubah pun tetap mendapatkan PLEASURE karena banyak ditanggapi masyarakat umum, mendapatkan publikasi yang luas dan perubahan sang BIG BRAND menjadi salah satu indikator perubahan yang terjadi di gerbong industri media cetak harian Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;emang enak jadi BIG BRAND yang bisa mendapatkan BIG PLEASURE asalkan itu dimanfaatkan dengan benar dan berperilaku sebagai BIG BRAND karena biasanya sebuah BIG BRAND yang harusnya meng-lead pelanggan dan menavigasi pelanggan, bukan sebaliknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;any comments?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-112017954425714439?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/112017954425714439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=112017954425714439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112017954425714439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/112017954425714439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/06/big-brand-big-pleasure-4.html' title='Big Brand Big Pleasure (4)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-111985222311649964</id><published>2005-06-26T22:56:00.000-07:00</published><updated>2005-06-26T23:03:43.123-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (3)</title><content type='html'>Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu lagi cerita menarik bagaimana sebuah big brand bisa mendapatkan big pleasure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah Winfrey, sapa yang tidak kenal dengan dia? selebritis terkaya tahun 2004 dengan penghasilan 225 juta dolar per tahun, merek mana yang bisa berpenghasilan seperti ini? tanpa beriklan, malah sering nongol di tv plus dibayar lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita menarik minggu2 ini adalah siapa lagi kalau bukan sangnewsmaker Oprah WinfreySelebritis terkaya 2004 pilihan majalah forbes ini yang pada tahun2004 memiliki penghasilan 225 juta dolar!!! dengan 30 juta orangs etia menonton talkshow yang dipandunya plus acara yang disiarkan ke100 negara termasuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia melalui metro tv memang sangat powerfulbanyak pemilik merek yang coba memanfaatkan acara ini termasuk salahsatu produsen mobil yang rela membagikan puluhan mobil gratis kepadaseluruh peserta oprah winfrey di salah satu episodenya dan belum lagiberbagai produk lainnya termasuk juga dell saat mengeluarkan mp3 playernya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang ruar biasa brand yang satu ini, berbagai cara dimanfaatkantermasuk kalau ndak salah ada top 10 books read by oprah winfreysebagai salah satu cara jualan bukuorang seperti Oprah Winfrey memang tidak boleh dianggap remehkhususnya bagi para ibu-ibu yang setia menonton acaranya, hal heboh terjadi saat Oprah baru2 ini ditolak untuk memasuki butik Hermes,Paris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sih mau beli hadiah tuk Tina Turner, eh malah ditolak masukdengan alasan ada acara internal, kadung saja sang oprah langsungngamukkabarnya Oprah akan menceritakan kisahnya ini di acaranya mendatang,bayangkan saja ada 30 juta orang yang akan mendengar keluhan oprah, oprah yang biasanya jadi brand ambassador, sekali dikecewakan malah bisa jadi &lt;strong&gt;brand terrorist&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermes katanya sudah melayangkan permintaan maaf tapi kok sepertinyatidak begitu ditanggapi, apa yang akan terjadi jika Oprah melakukansharing ditolaknya dia? apa juga yang akan terjadi kalau di acaratersebut dia berhasil mengumpulkan orang2 yang pernah kecewa? bagaimana ya kalau jadi pemilik hermes tuk merubah oprah dari &lt;strong&gt;brand terrorist&lt;/strong&gt; kembali menjadi brand ambassador?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup dengan itu? satu lagi berita menarik, kemarin sempat mengintip acara oprah winfrey show yang menampilkan diskusi tentang serial ABC terbaru berjudul &lt;strong&gt;desperate housewives&lt;/strong&gt; yang membuat heboh seantero US&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serial yang diyakini cukup memenuhi &lt;strong&gt;"keinginan dan kebutuhan"&lt;/strong&gt; para housewives yang sering ditinggal pergi sang suami diperkirakan akan sesukses sex and the city yang juga cukup jeli menangkap peluang kebutuhan wanita akan sex tapi malu-malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari munculnya serial drama ini adalah bagaimana ide kelahiran produk desperate housewives ini, ternyata sang produser mendapat ide justru setelah menonton acara opah winfrey yang menampilkan kalangan ibu-ibu yang memiliki permasalahan karena kesibukan suaminya dan hanya disibukkan tuk ngurus anak sementara sang suami pulang cuma "minta jatah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang produser setelah menonton diskusi di acara ofrah winfrey akhirnya mendapatkan ide untuk membuat serial drama seperti itu karena sang produser percaya apa yang dibicarakan di oprah winfrey adalah apa yang ada di hati kalangan wanita dan ibu-ibu, tidak perlu survey jlimet2 dengan membagikan kuesioner, mana ada ibu-ibu yang mau ngaku kalau lagi desperate heheheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tayangan nya sih baru memasuki episode ke 4 tapi kalau sudah muncul di oprah winfrey show, biasanya sih jaminan mutu, kita tunggu saja kapan masuk Indonesia meskipun banyak adegan yang perlu disensor, masak adegan desperate housewives lagi bercinta dengan tukang kebun boleh ditampilkan, bisa di protes heheheh&lt;br /&gt;sekali lagi ini menunjukkan bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan dan bisa kita pelajari dari Oprah Winfrey the real marketer (coba bayangkan mana ada pemilik merek bisa menghasilkan 225 juta dolar per tahun tanpa harus beriklan kecuali tampil ngerumpi diacaranya sendiri? hayo sapa, so she is the real marketer)&lt;br /&gt;1. ide membuat produk baru seringkali bisa datang dari mana saja dan khususnya sangat efektif kalau misalnya menyimak pembicaraan dan keseharian para wanita khususnya ibu-ibu, kalau ditanya sulit ngaku hehehe&lt;br /&gt;2. Community memang powerful dan oprah winfrey show adalah sebuah komunitas yang luar biasa, banyak merek yang rela menghabiskan jutaan dolar tuk memberikan produk gratis di acara itu&lt;br /&gt;3. Jangan abaikan oprah winfrey yang semakin powerful saja, sepertinya dialah "pahlawan" para wanita dan ibu-ibu di amerika karena acaranya selalu menggambarkan keseharian mereka dan akhirnya malah jadi ide buat produk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi oprah winfrey emang powerful brand ambassador meskipun belum tentu dia desperate housewives heheheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini sekali lagi menunjukkan bagaimana &lt;strong&gt;Big Brand&lt;/strong&gt; memiliki &lt;strong&gt;Big Pleasure&lt;/strong&gt; karena bisa membuat merek sekelas Hermes aja ketakutan, bisa membuat banyak orang terkenal dan banyak selebritis yang pengen diundang dan banyak acara televisi yang pengen di bahas di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah Winfrey sebagai &lt;strong&gt;Big Brand&lt;/strong&gt; menyadari bener bahwa merek nya memiliki &lt;strong&gt;Big Pleasure&lt;/strong&gt;, jadi jangan main dengan big brand. pelajaran menarik bagi para pemilik merek besar yang pengen menjadi lebih besar dan lebih indah lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;any comments marketing-clubbers?&lt;br /&gt;Salam Marketer&lt;br /&gt;sumarketer.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-111985222311649964?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/111985222311649964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=111985222311649964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111985222311649964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111985222311649964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/06/big-brand-big-pleasure-3.html' title='Big Brand Big Pleasure (3)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-111942792171370416</id><published>2005-06-22T01:05:00.000-07:00</published><updated>2005-06-22T01:12:01.753-07:00</updated><title type='text'>Big Brand Big Pleasure (2)</title><content type='html'>siang ini pas lagi makan siang di warung kaki lima, menemukan fenomena marketing menarik juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan di kaki lima, selain yang dicari adalah suasana panasnya yang khas ala Indonesia :) tentu saja pengen harga murah meriah, dan ini justru menimbulkan fenomena menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi enak2nya makan, muncul lah seorang lelaki setengah baya yang juga memesan makanan yang sama yg harganya cukup murah dan dihindar para eksekutif berdasi di Jakarta yaitu sekitar 5000ribu, menariknya lagi si Bapak tersebut ternyata memesan Teh Botol Sosro sebanyak dua botol yang kl di total harganya ya 3000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati kecil saya berkata, harga minumannya hampir mendekati harga makananya, bukankah makan di warung kaki lima justru ingin mengurangi biaya makan? kenapa tidak memesan teh biasa yang lebih murah saja yang biasanya dibuat oleh sang pemilik warung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini menunjukkan Sosro memiliki sebuah kepercayaan alias TRUST MARK yang tidak dimiliki oleh merek lainnya, meskipun mahal ya tetap aja dibeli, dua lagi!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi2 menunjukkan bagaimana BIG BRAND memiliki BIG PLEASURE yang tidak perlu susah payah perang harga, dicintai pelanggan karena dipercaya memiliki kualitas, mutu, kebersihan, rasa dan harga yang pantas meskipun ada yang lebih murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak salah kalau Sosro mengatakan "Apapun Makanannya, minumnya Teh Botol Sosro" karena memang mereka adalah sebuah big brand yang dibangun secara konsisten dan terpercaya sehingga mereka pantas mendapatkan big pleasure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-111942792171370416?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/111942792171370416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=111942792171370416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111942792171370416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111942792171370416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/06/big-brand-big-pleasure-2.html' title='Big Brand Big Pleasure (2)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-111932029887892674</id><published>2005-06-21T09:20:00.000-07:00</published><updated>2005-06-20T19:18:18.883-07:00</updated><title type='text'>big brand big pleasure (1)</title><content type='html'>pagi hari menuju kantor, pikiran saya terusik dengan satu hal yang sebenarnya sudah lama terjadi, di jalanan melihat banyak sekali armada taksi yang berwarna biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati kecil saya langsung berkata, pasti pengen jadi blue bird karena memang blue bird adalah market leader sehingga semuanya mencoba men-cat biru armadanya biar kelihatan memiliki kemampuan yang sama dengan sang market leader, sapa tahu penumpang ada yang kecele menyetop apalagi beberapa ada yang menggunakan logo yang tidak jauh berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan salah satu armada yang sudah memiliki brand image yang sangat jelek dengan nekadnya berani mencat armada barunya dengan warna biru yang persis sama, yang beda hanya brand nya saja yang bukan blue bird&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hanya berpikir, apakah yang punya armada taksi tersebut tidak pernah berpikir bahwa sebuah kredibilitas dan kepercayaan terhadap sebuah nama dan merek itu lebih penting dari sekedar warna taksinya? berapa banyak sih orang yang bakalan kecele, apakah pantas mendapatkan penumpang hanya mengharapkan penumpang yang kecele tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan berarti sang taksi tersebut jelek loh, tapi di marketing yang lebih penting ada persepsi, sudah banyak pihak yang memiliki persepsi jelek terhadap merek taksi tersebut, sementara yang punya taksi malah lebih memikirkan reality nya. perception is much more important than reality, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayangkan saja kalau naik sebuah taksi kemudian selama perjalanan kita terus2an was-was nengok kanan kiri sambil merasa tidak aman, bukankah naik taksi tersebut serasa menjadi lebih "mahal" karena tidak menikmati perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;balik lagi ke sang market leader blue bird yang lagi mencoba merespon "pembiruan" taksi di jakarta, beberapa manuver blue bird memang cukup bagus dengan selalu meningkatkan pelayanan dan teknologinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sih berpikiran bahwa blue bird jangan lagi menjual jasa taksi sehingga terjebak untuk perang "biru-biruan", blue bird harus mulai menjual "blue bird" nya itu sebagai sebuah merek, bukan sebagai salah satu perusahaan taksi, sehingga orang harus merasa NAIK BLUE BIRD dan BUKAN NAIK TAKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya melihat banyak pelanggan kecolongan karena di atas mobil biasanya cuma ada tulisan taksi, meskipun blue bird kemudian menuliskan blue bird group di bagian atas kaca mobil depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi mungkin perlu dipikirkan untuk dibagian atas dilengkapi dengan tulisan BLUE BIRD karena memang mereka menjual blue bird, bukan menjual taksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila perlu sekali2 beriklan dan mengatakan "naik taksi itu biasa, naik BLUE BIRD baru luar biasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa program marketing lainnya dapat dijalankan lagi sehingga sebagai sebuah merek besar, maka blue bird dapat menjual mereknya yang memang sudah kredibel dan keluar dari jebakan perang "taksi biru"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan begitu maka blue bird sebagai sebuah big brand tidak perlu menghadapi trouble, yang ada malah BIG IS BEAUTIFUL sehingga BIG BRAND memberikan banyak BIG PLEASURE karena blue bird bisa memanfaatkan big brand nya dan justru tidak terjebak perang warna taksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-111932029887892674?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/111932029887892674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=111932029887892674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111932029887892674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111932029887892674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/06/big-brand-big-pleasure-1.html' title='big brand big pleasure (1)'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-111924849221912852</id><published>2005-06-20T13:23:00.000-07:00</published><updated>2005-06-19T23:21:32.223-07:00</updated><title type='text'>Zero</title><content type='html'>beberapa hari terakhir ini, pikiran saya terus diusik dengan sebuah kata yang sepertinya kok semakin banyak disukai para pemasar yaitu ZERO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Indonesia sendiri, ZERO menjadi menarik setelah produsen bir terkenal Multi Bintang mencoba melakukan brand extention dimana merek Bintang yang menjadi raja di kategori Bir akhirnya dipakai untuk kategori malt drink dengan menggunakan merek BINTANG ZERO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal maret kemarin, Coca COla melakukan press conference akan mengeluarkan COca Cola Zero, kembali menggunakan zero&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alasannya realistih sih, karena coca cola zero memiliki zero percent calorie, sama dengan bintang zero&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apakah zero bisa menjadi sebuah BUZZ BRAND yang akan membantu banyak merek2 baru untuk keangkat di pasar? atau justru malah menjadi generic term yang membuat orang bosan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kira merek2 baru kalau mau memanfaatkan momentum seperti ini sudah cukup layak, tetapi jangan hanya pakai brand ZERO saja tetapi ZERO dipakai sebagai brand energizer yang tugasnya mengangkat main brand kita, mungkin ini cara cepat untuk mempercepat awareness brand kita meskipun kalau dibiatkan terlalu lama bisa berbahaya karena zero nya sendiri sudah jadi generik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trend pasti akan terus berkembang, siapa tahu suatu saat keluar ZERO AIRLINES yang di dalamnya tanpa kursi alias lesehan untuk mengurangi cost sehingga lebih banyak yang bisa naik airlines heheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berimajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumarketer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-111924849221912852?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/111924849221912852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=111924849221912852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111924849221912852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111924849221912852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/06/zero.html' title='Zero'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13804187.post-111923777622147845</id><published>2005-06-20T10:25:00.000-07:00</published><updated>2005-06-19T20:22:56.230-07:00</updated><title type='text'>It's My Life</title><content type='html'>3 hari yang lalu sore hari menjelang malam, saya agak terkejut menerima sebuah sms yang masuk ke PDA saya. Ada dua hal yang membuat saya terkejut. Pertama, sms tersebut menampilkan nama seorang teman wanita yang sudah lama tidak pernah ber-sms-an dengan saya. Kedua, isi sms nya juga membuat saya harus berpikir berkali-kali dan merasa tidak percaya kalau sang teman tersebut akan mengirimkan sms seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi sms nya seperti ini “Hub (021)Y2YY96YY dan dapatkan ABCD Loan On Phone sekarang juga! Makin mudah dan cepat. Penawaran terbatas! Hanya sampai dengan 30/06/05. ABCD” Isi sms ini saya kutip persis termasuk titik koma dan spasi tanpa ada perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan tidak percaya, saya kembali mengecek nama sang pengirim, ternyata benar nama teman saya dan uniknya di sebelah nama tersebut muncul tulisan nama bank, sebut saja Bank ABCD (demi menjaga kerahasiaan dan kredibilitas si bank). Kira-kira munculnya seperti ini “XXXX &lt;ABCD&gt;” Nama teman saya sengaja saya ganti dengan XXXX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya berpikiran positif dan mengira bahwa teman saya mungkin iseng atau lagi mem-forward pesan sms dari orang lain, saya pun mencoba me-reply dengan maksud bertanya, ternyata reply saya tidak berhasil dan dikatakan tidak mengenal nomor bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa heran pun tidak berhenti. Akhirnya saya mencoba membuat pesan sms baru dan menanyakan ke teman saya, ternyata berhasil terkirim dan sang teman mengaku kalau tidak tahu menahu. Dalam hati saya berpikir, mobile phone memang ruar biasa, segala sesuatu bias terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah kalau handphone dijuluki sebagai Killer Application yang bisa merubah bisnis sedemikian dashyatnya sampai saya dapat menerima pesan sms yang “co-branding” dengan nomor teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya tetap bersyukur karena sms “nyasar ala spam” tersebut ternyata berhasil membuat saya akrab kembali dengan teman lama yang sudah lama tidak sempat ber-sms ria. Selalu ada hikmah di balik sebuah gebrakan marketing, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin panjang lebar tentang sms nyasar tersebut, ngapain juga dipikiran. So what gitcu loh…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sms nyasar ini adalah sebuah bagian sejarah dari perkembangan mobile campaign yang dapat kita bagi dalam empat jenis perkembangan. Pertama, spamming yang mengirimkan pesan ke pelanggan tetapi justru seringkali kurang tepat sasaran, kurang akurat, dan tidak diharapkan. Apa yang saya alami mungkin bisa kita kategorikan di era pertama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Keyword Responses yang biasanya mencoba mengundang tanggapan dari pelanggan seperti apa yang dilakukan oleh Volvo dengan campaign-nya “Volvo – Text and Win a V50” dimana pelanggan diminta untuk mengetikkan kata Volvo dan kode pos tempat tinggal mereka ke no sms tertentu. Kemudian akan dibalas dengan sms yang berisi nomor pin dan alamat dealer Volvo terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor tersebut kemudian dapat di-redeem ke dealer Volvo terdekat untuk mendapatkan hadiah instant tertentu serta hadiah spesial di hari Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dialog-based marketing yang merupakan pengembangan dari keyword responses dimana pelanggan tidak hanya mengirimkan sms tetapi juga terjadi balas-balasan sehingga tercipta two-way interaction meskipun berinteraksi dengan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pernah dilakukan oleh Tiger Beer, merek bir paling popular di Singapore yang mencoba melakukan penetrasi ke Shanghai dimana disana terdapat pesaing utamanya, Budweiser. Tantangan terbesar tentu saja bagaimana meningkatkan brand acceptance baik dari pelanggan dan juga di tingkat ritel. Mobile campaign tersebut dijalankan selama berlangsungnya ajang sepakbole Euro 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang dilakukan adalah bagaimana bisa memanfaatkan mobile phone tetapi tetap berhubungan dengan tingkat konsumsi sehingga budget yang dikeluarkan untuk mobile campaign tersebut tetap dapat dipertanggung jawabkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap bir yang dibeli, pelanggan diminta untuk menemukan kode voucher yang perlu di gosok terlebih dahulu bagaikan kita membeli voucher isi ulang pra bayar. Kemudian kode voucher tersebut harus dikirimkan lewat sms untuk terlibat dalam permainan menebak pemenang pertandingan di Euro 2004. Mobile campaign seperti ini ternyata menghasilkan 95% conversion rate dan setiap peminum bir rata-rata mengikuti 2 kali permainan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, smart chat yang sifatnya lebih personal dan relevan dimana masing-masing orang dapat mengirimkan sms ke no tertentu dengan topik tertentu dan nantinya akan mendapatkan response dari brand ambassador.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja di Filipina, diluncurkan program “Talk to God” jadi seseorang bisa mengirimkan sms yang isinya seakan-akan orang tersebut sedang berdialog dengan Tuhan.  Hanya dalam 6 bulan, 2 juta sms berhasil diperoleh dari program ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga brand ambassador yang diberi nama “Ricky Reyes” dimana seseorang bisa mengirimkan sms dan berdiskusi mengenai tips dan nasehat mengenai perawatan tubuh dan kecantikan ataupun juga “Joe D’ Mango’s” yang dapat berdiskusi mengenai urusan cinta. Ketiga program smart chart tersebut berhasil memperoleh 20juta sms dalam waktu 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa brand sudah mulai mencoba mengarah pada smart chat dan tidak menganggap konsumen sebagai objek yang harus dikirimi dengan berbagai spam, lalu bagaimana triknya menggunakan mobile campaign sehingga tidak terjebak menjadi spam yang justru bisa merusak brand image kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, customer engagement. Jangan hanya sekedar mengirimkan sms, mms atau apapun namanya yang bersifat sekedar memberikan informasi, tapi kirimkan sebuah pesan yang bisa membuat mereka pengen terlibat sehingga terjadilah customer engagement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pernah dilakukan oleh Unilever pada saat mempromosikan brand nya yang juga sangat kita kenal yaitu Dove. Unilever memasang billboard di New York Times Square pada Oktober 2004. Billboard tersebut menampilkan wajah seorang wanita dan kemudian memunculkan pertanyaan “What is Beautiful” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban nya dapat dikirim via sms dan hasilnya akan muncul secara real-time di billboard tersebut. Hal seperti ini akan merubah traditional campaign dimana billboard hanya sekedar dilihat tanpa ada kesan tertentu yang tertinggal di benak dan hati pelanggan. Customer engagement yang dilakukan oleh Dove selain membuat pengirim sms merasa ikut menentukan tampilan billboard di menit-menit berikutnya juga lebih dapat meningkatkan brand exposure di benak dan hati pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Cadbury yang meluncurkan program “Text n Win” dimana disebarkan 64 juta cokelat yang didalamnya terdapat kode khusus. Kode khusus tersebut kemudian harus dikirimkan lewat sms untuk mengetahui apakah kode tersebut memenangkan hadiah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Response rate-nya tergolong cukup tinggi untuk kategori cokelat dimana campaign ini berhasil mengumpulkan 8% response rate dengan jumlah sms sebesar 5juta dan meningkatkan share Cadbury sebesar 5% serta turnover meningkat 21% menjadi 5,52 juta poundsterling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ciptakanlah brand ambassador. Brand ambassador yang kita ciptakan tersebut bisalah bersifat ambassador beneran alias orang nya memang ada atau memang itu hanya ciptakaan imajinasi teknologi belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita membutuhkan sebuah sosok brand ambassador? Tujuan nya adalah agar pengirim sms merasa bahwa dia memang sedang berinteraksi dengan orang dan bukannya mesin. Bukankah sms justru booming karena orang merasa bisa lebih personalized saat mengirimkan sebuah sms? Meskipun yang menjalankan adalah mesin, ciptakan persepsi di benak dan hati pelanggan kalau mereka sedang berkomunikasi dengan “seseorang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, kalau suatu saat Lux mengizinkan kita untuk dapat ber-sms-an dengan Dian Sastro saat kita mengkonsumsi sabun Lux. Pin-nya mungkin bisa didapatkan di bagian dalam batangan sabun. Kapan lagi bisa sms-an ama Dian Sastro meskipun yang balas adalah mesin. Itu brand ambassador dengan nama seseorang yang memang benar-benar ada. Kalau memang tidak ada ya ciptakan saja sendiri, so what gitzu loh……&lt;br /&gt;Ketiga, It’s my life. Jangan lupa, sebuah cerita film atau sinetron yang semenarik apapun pasti akan membosankan jika ceritanya berkisar itu-itu saja. Mobile campaign yang kita lakukan tetaplah harus mempertimbangkan kehidupan pelanggan, mereka mudah bosan dan tidak sesuka dengan sesuatu yang diulang-ulang dan selalu sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kalau memang kita serius menjalankan mobile campaign, pastikan bahwa jangan sampai campaign tersebut justru membosankan pelanggan. Pahamilah kehidupan target market kita dan isu-isu apa yang menarik bagi mereka karena bagaimanapun juga pelanggan layak mengatakan “It’s my life, and it’s not the company’s life”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, mobile campaign yang dijalankan haruslah selalu memiliki tema-tema yang berbeda dari satu periode ke periode berikutnya sehingga pelanggan akan selalu merasa bahwa sms yang mereka kirimkan memang merupakan bagian dari kehidupan mereka. Pelanggan dijadikan sebagai subjek, bukannya sebagai objek yang akhirnya dianggap sebagai spam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan kalau Lux menjadikan Dian Sastro sebagai mobile brand ambassador, maka mungkin setiap sebulan sekali perlu diciptakan tema yang berbeda. Bulan Juni mungkin mengenai penggunaan sabun yang tepat biar bisa mengkilap layaknya Dian Sastro. Bulan Juli mungkin tentang urusan asmara dan sebagainya sehingga para pengguna Lux akan merasa bahwa It’s my life gitzu loh……………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berimajinasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13804187-111923777622147845?l=sumarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sumarketer.blogspot.com/feeds/111923777622147845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13804187&amp;postID=111923777622147845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111923777622147845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13804187/posts/default/111923777622147845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumarketer.blogspot.com/2005/06/its-my-life.html' title='It&apos;s My Life'/><author><name>sumarketer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12849363027001963334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
